Setiap akhir tahun menjadi musimnya film bagus. Banyak gacoan dari masing-masing rumah produksi film dirilis untuk meraup keuntungan lebih besar. Sebut saja tahun ini ada Rogue One: A Star Wars Story, Doctor Strange, Sing, hingga Fantastic Beast and Where to Find Them. Pasar bertemakan keluarga banyak diangkat karena pada musim libur akhir tahun target inilah yang menjadi fokus.

Kebetulan saya dan istri saya memang suka sekali nonton film. Imbasnya, anak saya, Leia, sudah masuk bioskop dari umur 2 bulan. Waktu itu di bulan Desember tahun lalu kami sengaja menonton film Star Wars: The Force Awakens di hari perdana penayangannya. Karena masih kecil, tidak banyak yang dilakukannya selain nenen dan tidur. Dan kami pun mengambil jam tayang terakhir supaya pas dengan jam tidur Leia.

Untuk film ke-12 Leia yang kami pilih untuk ditonton bersama adalah Moana. Film garapan Disney ini menurut saya sangat indah. Dibandingkan dengan film Frozen yang fenomenal, saya lebih suka film ini dalam banyak hal. Kenapa?

Moana bukanlah sosok putri yang tinggal di istana dengan segala kemewahannya. Meskipun darah daging dari seorang kepala suku, namun sifat yang dimiliki Moana contoh yang patut ditiru oleh para remaja. Dia pintar, rasa keingintahuan yang tinggi, dan sikapnya baik terhadap sekelilingnya. Perjalanan Moana sebagai penerus pemimpin sang ayah dilaluinya dengan proses yang tidak mudah. Bersama Maui, si manusia legenda setengah dewa, Moana harus mengarungi samudera untuk menyelamatkan rakyatnya dari kutukan sehingga menjadi karakter yang kuat dan pemberani.

Tidak seperti karakter Anna di Frozen yang terbutakan oleh cinta seorang pangeran yang manipulatif, sedangkan Elsa bisa dibilang keras kepala dan egois dengan kekuatannya tanpa menghiraukan orang lain. Pada sosok Moana mengajarkan bahwa seorang wanita yang tumbuh dewasa perlu untuk menjadi pemimpi dan semangat kemauan untuk meraihnya.

I’m not a princess. I’m the daughter of the chief!Moana

Hal lain yang saya suka dari film Moana adalah pemandangan yang sangat menakjubkan. Semua orang pun pasti sependapat. Disney memang selalu terdepan dalam inovasi animasi yang dibuatnya. Mulai dari pasir, air laut, hingga langit, film ini dibangun dalam keindahan. Pemandangan seperti ini saya dapatkan seperti pada saat menonton Life of Pi. Suasananya benar-benar magis.

Untuk musik, Disney memang juaranya. Seperti kita tahu lagu “Let It Go” dari Frozen bisa membuat anak kecil seantero bumi hapal lagu ini. Di film Moana pun lagu-lagunya potensial untuk menjadi hits. Nada yang disampaikan terkesan megah dengan sentuhan komposisi budaya Polynesia dan kontemporer secara alami.  “You’re Welcome,” “How Far I’ll Go,” and “We Know The Way” terasa begitu menyatu mengiringi alur cerita.

Nah, bagaimana menurut Anda? Lebih suka Moana atau Frozen?

Related Post

Bagaimana Pendapatmu?