Oktober lalu, saya beserta istri dan anak sempat ke Surabaya selama dua hari khusus untuk datang ke Big Bad Wolf (BBW), pameran buku impor dengan harga murah. Sebelumnya yang di BSD, Tangerang, kami juga ke sana. Kami memang suka buku. Bahkan saya bertemu istri saya pun di toko buku hehe..

Anyway, melihat banyak pameran buku seperti itu tentu menggembirakan ya. Buku bagus, harga murah. What a good combination. Kalau saya berharap bazaar buku seperti itu lebih sering diadakan sehingga mendorong minat baca masyarakat Indonesia. Seperti ini keadaan di BBW Surabaya yang lalu.

bbw-surabaya

Namun miris jika melihat kenyataan bahwa berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia berada di peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). (sumber)

Berdasarkan survei UNESCO minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya, dalam seribu masyarakat hanya ada satu masyarakat yang memiliki minat baca. (sumber)

Oleh karena itu, meski umurnya baru setahun dan belum mengerti tulisan, Leia (anak saya) dibiasakan untuk mengenal buku sejak dini. Mulai dari memegang buku, melihat gambar, sampai bau buku yang khas.

Belajar dari pengalaman sebelumnya saat BBW di BSD, untuk belanja buku anak saja menghabiskan sekitar 600 ribuan dari kantong sendiri. Bisa dibilang terbilang lumayan ya, meskipun saya tidak pernah merasa kemahalan untuk belanja buku, karena sama dengan investasi intelektual. Tapi jika seandainya budget itu bukan dari kantong sendiri tentu lebih menguntungkan.

Bagaimana caranya?

Kebetulan teman-teman kami banyak yang memiliki balita dan agak pe-er jika harus ke Surabaya. Jadi kami membuka jasa titip untuk mereka yang ingin memesan buku di BBW. Sebelum acara dimulai, saya membuat akun Instagram khusus. Tujuannya untuk menampilkan buku-buku yang dijual di sana pada saat acara dan galeri gambarnya tidak bercampur dengan akun pribadi. Nama yang dipilih pun harus berbau BBW. Tidak ambil pusing, saya beri nama saja @khususuntukbbw.

Lalu untuk followersnya bagaimana?

Tenang saja, ada teknologi namanya tagar alias hashtag (#). Ibarat channel di televisi, tanda ini otomatis mengumpulkan semua posting yang mengandung konten tagar yang sama. Untuk BBW, sebagian besar orang menggunakan #bigbadwolf, #bigbadwolfindonesia, #BBWSurabaya, #jualbukuBBW, dan lain-lain. Tinggal mengikuti saja mana yang paling banyak dipakai.

Lalu untuk jasa titipnya bagaimana?

Harga buku di BBW kisaran 20 ribu sampai 200 ribuan. Yang jutaan juga ada seperti bundle buku desain. Jadi setiap buku yang dipesan saya patok harga jasa titipnya seperti ini:
• Rp 5.000 untuk setiap buku seharga Rp 0 – Rp 30.000
• Rp 10.000 untuk setiap buku seharga Rp 30.000 – Rp 150.000
• Rp 15.000 untuk setiap buku seharga di atas Rp 150.000
Semua itu tidak termasuk harga ongkos kirim buku ke masing-masing pembeli. Belum lagi ada tambahan diskon untuk beberapa buku bagi member, lumayan untuk tambahan.

Alhamdulillah, selama dua hari di sana dalam durasi masing-masing sekitar 4 jam banyak yang titip memesan buku ke kami. Selain teman-teman, ternyata banyak juga orang yang tidak saya kenal mengikuti akun @khususuntukbbw dan memesan buku. Kami pun membelikan buku untuk Leia tanpa keluar yang dari kantong pribadi :).

hasil-hunting-bbw

Jika mau diseriusin, tentu ini bisnis yang lumayan. Modalnya hanya meluangkan waktu dan mau capek cari barang pesanan. Seandainya bisa lebih lama di BBW Surabaya, mungkin kami bisa buka toko buku ya hehehe…

Related Post

Bagaimana Pendapatmu?